Gunakan Machine Learning, YouTube Akan Terapkan Pembatasan Usia
YouTube mengumumkan akan menerapkan pembatasan usia di konten secara otomatis. Jika usia di akun Google itu belum berusia 18 tahun, maka penonton akan mendapatkan label peringatan dan dialihkan ke konten yang sesuai.
Foto : kumparan
YouTube mengumumkan akan menerapkan pembatasan usia di konten secara otomatis. Jika usia di akun Google itu belum berusia 18 tahun, maka penonton akan mendapatkan label peringatan dan dialihkan ke konten yang sesuai.
Pada Selasa (22/9), YouTube juga mengumumkan kalau Trust & Safety Team (Tim Kepercayaan dan Keamanan) bakal memeriksa langsung dan memberikan pembatasan usia pada konten yang tidak sesuai untuk orang berusia 18 tahun ke bawah.
Kebijakan baru YouTube ini merupakan respons atas kritik global dari kelompok orang tua dan dewan advokasi atas situs web yang tidak aman untuk anak-anak.
YouTube sendiri sebenarnya sering mengatakan bahwa platform mereka tidak dimaksudkan untuk usia di bawah 13 tahun. Oleh karena itu, perusahaan membuat layanan YouTube Kids sebagai alternatif yang dianggap lebih aman untuk anak-anak.
Namun, keberadaan layanan YouTube Kids ternyata tidak menghentikan anak-anak di bawah umur untuk menggunakan layanan YouTube biasa. Dengan demikian, sistem pembatasan usia secara otomatis ini diharapkan bisa jadi gerbang pembatas bagi anak di bawah umur.
Platform streaming video itu juga berencana untuk menggunakan machine learning (mesin pembelajaran) untuk memberikan pembatasan usia bagi konten yang ada di YouTube. Dengan demikian, pembatasan usia bakal diterapkan secara otomatis, terlepas dari konten kreator membatasi konten mereka atau tidak.
"Saat ini, tim Kepercayaan & Keamanan kami menerapkan batasan usia ketika, dalam proses meninjau konten, mereka menemukan video yang tidak sesuai untuk penonton di bawah 18 tahun," kata YouTube dalam blog resmi mereka, Selasa (22/9).
"Untuk selanjutnya, kami akan mengembangkan pendekatan kami dalam menggunakan pembelajaran mesin untuk mendeteksi konten untuk ditinjau, dengan mengembangkan dan mengadaptasi teknologi kami untuk membantu kami menerapkan batasan usia secara otomatis,” katanya.
“Pengunggah dapat mengajukan banding atas keputusan tersebut jika mereka yakin bahwa keputusan itu diterapkan dengan tidak benar," sambung YouTube.
YouTube juga bakal menerapkan kebijakan ini bagi pengguna yang menonton konten dari pihak ketiga. Artinya, jika hendak menonton video YouTube di luar aplikasi dan situs YouTube, maka bakal dialihkan terlebih dahulu ke platform YouTube untuk verifikasi umur.
Namun, belum ada informasi kapan YouTube bakal menerapkan sistem pembatasan usia secara otomatis di layanan mereka tersebut. Hanya saja, pengguna perlu siap-siap untuk sedikit lebih rumit ketika hendak menonton YouTube dengan log in akun Google, karena kemungkinan akan semakin banyak video yang diberi label pembatasan usia.